BERDOA SESUAI KEHENDAK TUHAN
Bacaan : Matius 6 : 5 -13
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.. (Matius 6 : 8)
Doa adalah komunikasi dua arah antara dua pribadi yang saling mengasihi. Pernahkah kita memperhatikan sepesang kekasih yang berkumunikasi ? Wow pasti penuh dengan puji dan puja, perhatian dan ingin lebih lama berdua.
Orang Farisi dalam perikop bacaan kita juga senang berdoa di tempat umum, agar banyak orang yang melihat dan memuji mereka.
Tuhan Yesus menjelaskan, doa bukan monopoli kaum Farisi saja. Mereka yang “tidak mengenal Allah” pun berdoa (ayat 7). Bagi-Nya, doa dari kedua golongan ini tak patut ditiru. Karena DIA telah mengajarkan berdoa sesuai dengan kehendak Bapa-Nya di surga. Karena ada kelompok yang menjadikan doa sebagai Mantra – semakin menguasai mantra doanya, dia semakin dapat memaksa Tuhan menjawab.
Manusia cenderung memperlakukan doa sebagai sarana pemenuhan kebutuhan. Makin butuh, makin kencang berdoa. Ujungnya, manusia bukan percaya kepada Tuhan melainkan memercayai doa – tidak masalah kemana dialamatkan doanya. yang penting ialah kemanjuran kuasa doa, bukan kuasa Tuhan. Yang dipedulikan ialah keinginannya, bukan kehendak Tuhan. Dalam doa seperti itu tidak ada Tuhan, sebab Dia memang tak dikenal.
Inspirasi : Bagi kita orang percaya ketahulah, dimanapun kita berada, selalu dapat berkomunikasi dengan Bapa kita di surga. Karena DIA mendengarkan kita walau ungkapan itu hanya di dalam hati, karena Yesus dekat di hati kita.