Hidup dgn hikmat Tuhan

HIDUP DGN HIKMAT TUHAN

Amsal 24:1-12

“Orang yang bijak lebih berwibawa daripada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan daripada orang yang tegap kuat.” (Amsal 24:5)

Kita tahu kisah Kaisar Nero, penguasa Romawi, yang merasa dirinya kuat dan berkuasa, akhirnya turun dari tahtanya, setelah ia menuduh orang Kristen membakar kota Roma. Inilah dia  contoh orang yang kuat tetapi bodoh. Bukan bodoh pengetahuan tetapi tidak mengerti kebenaran. Ia telah mencoba menjaga kewibawaannya dengan kuasa, namun makin membuatnya menuju kehancuran. Tanpa hikmat dr Tuhan maka akan melangkah dan bertindak yg salah dan serampangan.

Contoh di dalam Alkitab kita melihat Daniel adalah seorang pandai dan bijaksana. Ia berani menampilkan kewibawaan yang didukung oleh adanya keseimbangan antara kekuatan dan hikmat. Ia memang seorang yang berbobot baik jasmani maupun rohani. Tuhan memang mengirimkannya berada di negeri Babel untuk menunjukkan siapa sebenarnya Tuhan sejati itu. Imannya teruji di di negeri babel, karena dia berani berkata bahwa ia tetap kuat tanpa harus makan makanan istana (Daniel 1:8-13).

Contoh lain nya adalah Daud, seorang yang kecil di mata Goliat, namun ia memiliki hikmat dan pengenalannya akan Tuhan dgn sangat baik,sehingga dia berkata kpd goliat ia datang dengan nama Tuhan, dan yg terjadi kemenangan. (1 Samuel 17:45).

Di dunia ini banyak orang kuat karena kuasa dan kekayaan, tetapi begitu lemah dan miskin tanpa Tuhan. Kita mungkin kagum dengan seorang bintang sepak bola dunia yang bergaji miliaran sebulan, namun bagaimana dengan kehidupan rohani mereka? Nah itu yg menjadi pertanyaan besar.

Raja Salomo sendiri sudah begitu kaya, kuat dan pandai, namun akhirnya sadar semuanya tidak berarti tanpa hikmat dan pengetahuan akan kebenaran. Apa yang kita miliki sekarang baik kepintaran, kebolehan atau kedudukan biarlah semua terbungkus dgn hikmat dan pengetahuan akan kebenaran.

Orang yang hidupnya berhikmat memiliki posisi dan perilaku yang agung, yang tidak dapat dinilai dengan uang. Namun jika tidak ada kebenaran di dalam hidupnya, akan menjadi sia-sia belaka.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai