KETAATAN
Kejadian 22 : 1 – 10
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14 : 15)
Kasih kita kepada Tuhan diukur dengan ketaatan kita. Hal ini menjadi tema utama dalam seluruh Alkitab, dari
Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Salah satu contoh akan kebenaran ini adalah kehidupan Abraham. Sejak TUHAN memanggil Abraham, Ia telah berjanji bahwa Abraham akan menjadi bangsa yang besar.
Saat itu Abraham berumur 75 tahun. Bertahun-tahun Abraham menanti janji Tuhan tetapi janji itu tak kunjung tiba.
Walaupun akhirnya atas desakan Sara, Abraham menghampiri Hagar hingga mengandung. Tetapi itu bukanlah anak seperti yang Tuhan janjikan. Setelah menanti selama 25 tahun, jangka waktu yang tidak pendek, maka Ishak lahir dari Sara yang sudah berusia 90 tahun.
Suatu penantian yang luar biasa. Ketika Ishak, anak yang lama dinantikan itu sudah mulai besar, Tuhan ingin agar anak itu dipersembahkan bagi-Nya. Bukan hal yang mudah bagi Abraham untuk memberikan apa yang sangat dikasihinya.
Tetapi Abraham memilih untuk taat kepada Tuhan walaupun sangat berat. Ia tahu bahwa Tuhan dapat dipercayai dan selalu setia akan janji-janjiNya. Tuhan sedang menguji Abraham dan ingin agar komitmennya kepada Tuhan semakin dalam. Seperti kita ketahui bersama dalam hal ini Abraham lulus ujian.
Ketaatan tdk instan tetapi di mulai dr kesungguhan hati kita untuk terus mempercayai Firman dan janji Tuhan setiap hari dlm tantangan dan pergumulan hidup yg tdk mudah, Tetapi ketaatan itu sangat bernilai di hadapan Tuhan, seperti ketaatan abraham.
Tuhan ingin agar kita mengasihi Dia lebih dari kasih kita kepada yang lain. Seringkali ketaatan menuntut iman dan pengorbanan. Jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan, berarti kita harus taat kepada-Nya lebih dari yang lainnya