Kotak dari Tuhan

KOTAK DARI TUHAN

Ratapan 3:22-23

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu

Rahmat Tuhan kalo boleh sy diibaratkan seperti kotak yg tertutup kita tdk tahu isinya apa.Setiap pagi Tuhan memberikan satu yg baru kepada kita.
Apa yang kita rasakan saat membuka kotak itu. Tentu sangat senang dan bertanya2 isinya apa. Demikian seharusnya kita mengawali setiap hari dengan penuh keceriaan. Begitu membuka mata, kita melihat kotak pemberian Tuhan di tangan kita. Saat dibuka, isinya adalah berkat.

Mungkin di hari itu kita mendapat sesuatu yg baik dan menyenangkan seperti usaha kita mengalami peningkatan penjualan, kita bertemu dengan seseorang yang istimewa atau yg lainnya yg membuat kita bersukacita.

Tetapi ada suatu ketika saat kita membuka kotak dan isinya adalah hal yg tdk kita inginkan….soal2 ujian yg harus kita selesaikan,dan muncul persoalan dalam kehidupan kita.

Tidak perlu bersusah hati kotak itu tetap berisi hadiah. Apalagi kita menerimanya dari Tuhan, pasti selalu istimewa. Teruslah kita berharap kepada Tuhan, sebab Dia baik! (ay. 25). Pasti ada berkat Tuhan sediakan di balik sebuah persoalan. Mungkin sebelumnya kita jarang berdoa, namun dengan persoalan, kita berubah giat, dan semakin dkt dgn Tuhan. Dan akhirnya iman kita bertambah teguh, kita menjadi lebih sabar, atau karakter kita dibentuk semakin serupa Kristus.

Apapun yg Tuhan berikan dlm hidup kita dgn keadaan yg Tuhan ijinkan, biarlah kita merespon dgn cara yg benar yaitu tetap mempercayai Tuhan bahkan semakin membuat kita bertambah giat membangun Iman kita.

Memang tidak menjadi hal yg mudah tetapi ingat kembali bahwa kasih setia Tuhan ada buat kita setiap hari kita menghadapi setiap soal2 kehidupan bersama Tuhan, Dia yg memampukan, memberikan kekuatan dan akhirnya indah pada waktunya. Tuhan tdk pernah mengikari janjiNya.

Berkat yg Tuhan berikan terkadang terbungkus dgn persoalan yg hrs kita hadapi.,tetap teguh di dalam Tuhan.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai