PERENCANAAN BERSAMA TUHAN
Yakobus 4:15
Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.
Semua orang melakukan perencanaan, namun tidak semua orang mampu menyusun rencana secara efektif.
Yakobus mencontohkan perencanaan seorang pedagang. Pernyataan pedagang itu menyatakan bahwa ia akan melakukan perjalanan dan berdagang, dan akan mendapatkan laba yg banyak. (ay. 13).
Masalah utamanya: ia tidak sadar akan keterbatasan manusia. manusia seperti uap dan bunga rumput menggambarkan sesuatu yang tidak tinggal tetap, melainkan hanya hadir dalam hitungan detik, dan selanjutnya tidak kelihatan lagi. Keterbatasan manuisia inilah yg membuat kita sadar untuk selalu bersandar penuh pada Tuhan dan hanya kehendak Tuhan yg jadi.
Keberhasilan manusia bukan karena kemampuan manusia itu semata mata tetapi semua atas kehendak Tuhan yg mengerjakannya, Tuhan menginginkan kita merencanakan segala sesuatu di mulai dgn berdoa dan menyerahkan semua kpd Tuhan dan hanya kehendak Tuhan yg jadi,tentunya dgn usaha yg baik.
Jadi, kita tidak dapat menyusun rencana secara sombong,
mungkin kita berpikir bahwa kemampuan dan pengalaman yang kita miliki akan memungkinkan kita meraih sukses dalam pekerjaan dan mengalami taraf hidup yang lebih baik. Tetapi, bagaimanakah sikap kita bila perencanaan kita gagal? Apakah kita sambil bersungut-sungut berkata, dan menyalahkan segala sesuatu, tentunya kita hrs sadar dan berkata bahwa semua ada dlm kehendak Tuhan yg terbaik, itulah sikap hati yg benar di hadapan Tuhan.
MENYUSUN RENCANA DALAM IMAN BERARTI MENYUSUN RENCANA DENGAN MENGANDALKAN PENYERTAAN TUHAN