INTEGRITAS
Amsal 11:3
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya.
Kitab Amsal berkata bahwa mereka yang ingin hidup jujur, yang ingin hidupnya menunjukkan kesetiaan dan ketulusan, akan mengambil keputusan lebih berdasarkan kebenara.“Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya” (Ams. 11:3).
Komitmen kepada integritas ini bukan saja cara hidup yang benar, tetapi juga menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai dgn hukum2nya Tuhan.Selanjutnya, “Tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya” (ay.3). Ketidakjujuran hanya akan berakhir sia-sia.
Sesungguhnya, jika kita mengabaikan integritas diri, adalah sama saja nilainya dgn kemenangan sesaat. Namun, ketika kesetiaan dan kebenaran membentuk diri kita, akhirnya kita mjd org yang berkarakter teguh dgn nilai kehidupan yang sungguh baik.
Kata ketulusan di Amsal 11:3 berasal dari akar kata tamam, yang berarti “menjadi utuh, tuntas, mencapai akhir.” Kata ini menandakan keutuhan dan kesalehan moral. Sifat-sifat ini tampak dalam hidup Ayub: “Firman TUHAN kepada Iblis: ‘Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan’” (Ayub 2:3).
Bentuk lain dari kata Ibrani ini muncul di Mazmur 15:2, yang diterjemahkan sebagai “tidak bercela.” Siapakah yang akan menikmati persekutuan dengan Allah? Orang yang tulus, “yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya.”
Integritas penting dlm hidup kita hal ini menunjukkan sikap hati kita yg tetap setia kpd Tuhan dlm situasi dan kondisi apapun,.org di percayai karena memiliki integritas yg teruji.
Tuhan selalu melihat hati, dan jangan takut kpd siapapun dan apapun selama integritas kita teruji di hadapan Tuhan, kita mjd org2 yg jujur dan setia.
Allah sumber integritas, dan kita adalah org2 yg jujur dan setia, INTEGRITAS kita teruji.