Pengambilan keputusan

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Amsal 3:6

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Sebagai orang percaya, hikmat Tuhan akan membantu saat kita menghadapi keputusan sulit. Ketika kita perlu mengambil keputusan besar atau kecil dalam hidup ini, Alkitab menasihati kita: “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati, dan janganlah bersandar kepada pengertian sendiri” (Ams. 3:5). Ketika mengandalkan penilaian sendiri, kita bisa menjadi bimbang dan khawatir kehilangan sesuatu yg penting atau membuat pilihan yang salah. Namun, ketika kita meminta jawaban dari Tuhan, Dia akan “meluruskan jalan kita” (ay.6). Tuhan akan memberi kita kejelasan dan kedamaian saat kita mengambil keputusan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tuhan tidak ingin kita merasa tidak berdaya atau kewalahan oleh beratnya keputusan kita. Ketika kita membawa kekhawatiran kita kepada-Nya dalam doa, kita dapat menemukan kedamaian dalam hikmat dan arahan yang diberikanNya.

Kita memang hidup tdk lepas dr setiap keputusan yg kita ambil tetapi kita perlu berhati hati dlm pengambilan keputusan agar tdk menjadi salah. Karena setiap keputusan yg kita ambil akan mempengaruhi langkah hidup kita. Meminta hikmat Tuhan itu adalah hal yg sangat baik karena kita butuh Tuhan ditengah soal2 kehidupan yg sulit. Tetap untuk senantiasa di dlm Tuhan dan selalu berdoa memohon hikmat kpd Tuhan.

Tujuan utama Kitab Amsal adalah untuk memberikan hikmat yang berguna untuk menjalani hidup yang saleh. Dalam ucapan-ucapan bijaksana ini, kita melihat beragam topik, antara lain kehidupan orang muda, disiplin, kehidupan berkeluarga, melawan godaan, dan perkataan. Kunci hikmat dalam segala hal disebutkan di Amsal 3:5, yaitu percaya kepada Allah, satu-satunya sumber hikmat sejati, dengan segenap hati. Ini juga dikatakan Amsal 1:7, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan.” Kita memperoleh hikmat, dan menjalani hidup yang bijaksana, ketika kita memiliki relasi dengan Allah. Amsal 2:6 menyatakan bahwa “Tuhanlah yang memberikan hikmat,” tetapi kita juga harus “mengejarnya seperti mengejar harta terpendam” (ay.4). Dengan kata lain, Allah memberikan hikmat kepada mereka yang sungguh-sungguh mencarinya. Hal-hal lain yang membantu kita meraih hikmat adalah dengan tidak “berteman dengan orang bebal” (13:20), mencari pertimbangan dari para penasihat yang saleh (15:22), dan mendengarkan nasihat serta menerima didikan.

Tuhan selalu membimbing kehidupan anak2Nya agar supaya anakNya tdk tersesat dlm keputusannya sehingga langkah hidupnya mjd ringan dan pasti karena trus mempercayai Tuhan dlm hidupnya. Masih ingat kisah anak yg hilang yg salah mengambil keputusan akhirnya hidupnya mengalami kesulitan.

Hikmat Tuhan menuntun kita dlm menghadapi tantangan hidup sehingga kita mengalami kemenangan kemenangan dan langkah hidup kita mjd ringan karena selalu bersama Tuhan Yesus.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai