PORSI YG BENAR
Lukas 12:15
Hidup manusia tidak tergantung dari kekayaannya.
Yesus mendorong kita untuk mengumpulkan harta di sorga” (Mat. 6:20). Maksudnya bukanlah bahwa kita tidak boleh mempunyai rumah, membeli mobil, menabung untuk masa depan, atau memiliki berbagai benda. Namun, Dia mendorong kita untuk menguji fokus hati kita. Apa yang menjadi fokus hati kita sekarang ini? Hati kita diarahkan Tuhan untuk mengasihi dengan cara menolong dan mengasihi sesama. Pikiran kita diarahkan Tuhan untuk menjalani kehidupan demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. Melakukan kasih dpt dilakukan dgn banyak hal.
Kita mungkin dapat bertanya kepada diri sendiri, bisakah kita berbahagia dengan hidup dlm kesederhanaan dan melakukan kasih, yakni mengasihi Tuhan dan sesama? “Di mana harta kita berada, di situ juga hati kita berada” (ay.21). Apa yang kita hargai akan tecermin dalam cara hidup kita.
Dalam Matius 6:19-24, Yesus mengajar murid-murid-Nya dgn menggunakan perbandingan. Dengan membandingkan harta duniawi dengan harta surgawi, Dia menunjukkan bahwa apa yang kita hargai menunjukkan hati kita. “Harta di sorga” (ay.20) kemungkinan besar merujuk kepada kekayaan rohani. Hal ini dpt juga mengacu kepada “penggunaan harta benda yang didasari sikap belas kasihan yaitu menolong dan membantu org lain yg kekurangan.
Tuhan menyatakan bahwa apa yang menjadi fokus hidup kita, itulah yang akan memenuhi hati kita. Contoh-contoh tersebut berujung pada perbandingan dua tuan—Allah dan Mamon (uang, ay.24). Kata mengabdi adalah kunci dalam memahami ayat ini. Mengabdi berhubungan dengan istilah doulos, yang merujuk kepada budak dan bukan karyawan biasa. Yesus hendak mengatakan bahwa kesetiaan seorang budak tidak terbagi-bagi. Yesus menyerukan para pengikut-Nya untuk memiliki pengabdian yang tak terbagi-bagi seperti itu, ada banyak hal dlm dunia ini yang dpt mengalihkan kita dari kesetiaan kita kepada Tuhan(lihat Matius 10:34-39; 12:30; Lukas 14:26).
Biarlah kesetiaan kita kpd Tuhan tdk terbagi bagi, kesetiaan kita hanya kpd Tuhan saja.
Apakah prioritas-prioritas dalam hidup kita sudah berada pada tempat yang seharusnya,sehingga fokus hati kita senantiasa kpd Tuhan. Menempatkan Tuhan pada porsi yg seharusnya, dan menempatkan harta pada porsi yg seharusnya.
Tuhan selalu memberikan yg terbaik bagi kehidupan kita ketika Tuhan di tempatkan pada tempat yg paling utama dlm hati kita