KERINDUAN BERSAMA TUHAN
Mazmur 27:4
Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku.
Pada suatu masa Daud di kejar2 oleh saul, Daud tidak memiliki tempat tinggal pada saat itu. Ia menjalani kehidupan dalam pelarian dari kejaran Raja Saul. Saul menganggap Daud sebagai ancaman dan mencoba membunuh penerus takhta yang ditunjuk Allah itu. Daud melarikan diri dari rumahnya dan tidur di mana saja ia dapat berteduh. Meski ada teman-teman yang menyertainya, kerinduan Daud yang paling besar adalah “diam di rumah Tuhan”untuk menikmati persekutuan yang abadi denganNya (Mzm. 27:4). Dalam persoalan dan pergumulan yg kita hadapi biarlah senantiasa kita merindukan hadirat Tuhan yg selalu membuat kita kuat dan penuh dgn damai sejahtera sehingga kita mampu untuk menjalani hidup dgn bersyukur.
Tuhan Yesus adalah sahabat kita yang sejati, yang membuat kita “kerasan” dan tenang di mana pun kita berada. Dia menyertai kita dalam masalah yang kita hadapi saat ini, bahkan menyiapkan tempat untuk kita tinggal bersamaNya selamanya (Yoh. 14:3). Terlepas dari ketidakpastian dunia ini dan perubahan yang mungkin kita alami selama hidup di muka bumi, kita dapat tinggal selamanya dalam persekutuan denganNya, kapan saja, di mana saja yaitu menghampiri hadiratNya berdoa bersyukur dan mengagungkan Tuhan.
Sejumlah ungkapan keberanian dari Daud mungkin memberi kesan bahwa ia sangat yakin tidak ada bahaya atau kejahatan yang dapat menyentuhnya. Namun, banyak dari kidung, termasuk Mazmur 27, menunjukkan bahwa ia tahu apa artinya merasa takut dan gentar di hadapan musuh-musuhnya (10:1; 13:2; 22:2-3). Jadi yang Daud maksudkan bukanlah ia tidak pernah takut, tetapi sekalipun takut, ia mengakui bahwa kekuatan dan pengharapannya ada di dalam Allah (27:9-14). Adakalanya ia begitu terdesak sehingga merasa perlu berdoa,”Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!” (ay.9). Karena tahu bahwa musuh-musuhnya tetap membahayakan, ia mengingatkan dirinya sendiri, “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!” (ay.14).
Sikap hati seperti Daud inilah yg harus ada dlm kehidupan kita karena dlm menjalani hidup banyak hal yg terjadi tetapi tdk usah kuatir dan takut karena Tuhan Yesus yg selalu bersama dgn kita Dia yg menolong dan menopang hidup kita.
Bagaimana kita dapat merasakan Tuhan Yesus adalah sahabat kita yang sejati, yang senantiasa menyertai kita, di mana pun dan apa pun yang sedang kita alami. Tentunya ketika kita mengalami pertolongan dan perlindungan yg ajaib dr Tuhan Yesus setiap hari.
Hadirat Tuhan adalah kerinduan kita, tempat yg memberikan kekuatan dlm kehidupan kita, sehingga kita senantiasa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.