Buah yg matang

BUAH YG MATANG

Yakubus 1:4

Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Kita senang melihat kemenangan dan keberhasilan dalam hidup kita tetapi yg terpenting adalah bahwa pertumbuhan karakter dan iman kita. Pertumbuhan itu sering kali terjadi melalui pergumulan hidup. Yakobus memerintahkan kita untuk menganggap “sebagai suatu kebahagiaan” apabila kita “jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan” (Yak. 1:2). Namun, mana mungkin pencobaan itu membahagiakan? Tentunya pasti akan banyak menguras emosi dan air mata kesedihan, tetapi mengapa yakubus berbahagia ketika menghadapi berbagai percobaan, artinya adalah dia melihat percobaan sebagai pupuk untuk menumbuhkan iman dan karakter dan bahkan akan menghasilkan buah yg matang yaitu hal2 yg membahagiakan di dlm ketekunan kita dlm mempertahankan iman kita. Di balik pencobaan itu ada sesuatu yg menyenangkan kita ketika kita bertumbuh dan akhirnya berbuah di tengah pencobaan.

Terkadang Tuhan mengizinkan kita melewati tantangan dan kesulitan agar kita dapat dibentuk menjadi apa yang dikehendaki-Nya dari kita. Tuhan menuntun dan menopang kita, Tuhan tdk membiarkan tetapi dengan penuh perhatian dan kasih agar kita dapat menang dari pencobaan-pencobaan hidup dgn keadaan “sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun” (ay.4). Dengan tetap berakar dalam Yesus, kita dapat bertekun melewati tantangan apa pun, bertumbuh lebih kuat, dan akhirnya menghasilkan buah dalam hidup kita (Gal. 5:22-23). HikmatNya memberikan nutrisi dan kekuatan yang kita butuhkan untuk sungguh-sungguh berkembang dari hari ke hari (Yoh. 15:5).

Surat Yakobus menekankan panggilan orang percaya untuk bertumbuh dalam hikmat, menekankan pada pengajaran Yesus di dalam Kitab Suci untuk menciptakan suatu gambaran tentang hidup hrs dijalani dengan bijak dan setia. Kata Yunani teleios, yang diterjemahkan “sempurna” di 1:4, adalah kata kunci dalam kitab Yakobus (juga terdapat di 1:17,25; 3:2). Dalam bahasa asli, kata ini menekankan keutuhan dan integritas. Menjadi “sempurna” dalam hidup adalah hasil dari perbuatan kita sehari-hari bersumber dari hidup yg selaras dengan iman kita kpd Kristus. Sebaliknya, hidup bebal, dalam arti tidak ada keselarasan antara perkataan dan iman, sama saja dengan menjalani hidup yang tidak berdasar. Sepanjang suratnya, Yakobus menyoroti setiap perilaku yang berlawanan dengan iman yg benar, sekaligus mendorong orang percaya untuk menolak setiap hal yang tidak konsisten yg membuat iman dan kehidupan tdk selaras dan utuh.

Setiap pencobaan yg di ijinkan Tuhan sebenarnya adalah untuk mematangkan ke imanan kita kpd Yesus kristus bagaimana kita bisa mengaplikasikan Firman Tuhan dlm hidup kita ketika menghadapi pergumulan2 hidup, tentunya dgn ketekunan yg teruji atau konsisten.

Buah di hasilkan dr pertumbuhan yg konsisten dan di butuhkan juga ketekunan di dlm memeliharanya, begitu juga kehidupan iman kita hrs bertumbuh dgn konsisten dan memeliharanya dgn ketekunan.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai