Kasih yg tulus

KASIH YG TULUS

Imamat 19:18

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan.

Ada banyak contoh orang yang mendendam dalam Alkitab. Kain menaruh dendam terhadap adiknya, Habel, karena Allah mengindahkan korban persembahan Habel tetapi korban persembahannya tidak (Kej. 4:4-5). Dendam ini begitu parah sampai “Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia” (ay.8). “Esau menaruh dendam kepada Yakub” karena Yakub mencuri berkat kesulungan yang menjadi haknya (27:41). Dendamnya demikian hebat sehingga Yakub ketakutan dan melarikan diri.

Alkitab tidak hanya memberi contoh orang-orang yang mendendam, tetapi juga mengajarkan cara menyudahi perselisihan dengan memberi maaf dan mengusahakan perdamaian. Allah memanggil kita untuk mengasihi sesama (Im. 19:18), mendoakan dan mengampuni mereka yang merugikan serta menganiaya kita (Mat. 5:43-47), hidup dalam perdamaian dengan semua orang, menyerahkan pembalasan ke tangan Allah, dan mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Rm. 12:18-21). Dengan kuasa Allah, kiranya kita dapat menyudahi perselisihan kita hari ini.

Dalam Roma 12, Rasul Paulus mendorong orang percaya untuk mengambil sikap yang berlawanan dengan sifat berdosa kita. Di ayat 14, sang rasul menulis, “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu” ini lebih sulit daripada melupakan dendam ketika kita terluka; karena meskipun kita menahan diri untuk tidak menyakiti, kita bisa saja berharap suatu musibah atau kerugian akan menimpa musuh kita . . Namun, lewat firmanNya, Tuhan tidak hanya menahan tangan kita dari berbuat jahat, tetapi juga menaklukkan kepahitan dalam diri kita.” 

Menyimpan sebuah kepahitan adalah sangat merugikan dan merusak hati, sehingga memberi pengampunan dgn tulus adalah hal yg terbaik untuk membersihkan hati kita, tentunya tdk mudah tetapi kalau kita meminta pertolongan ROHKUDUS untuk memampukan kita mengampuni maka kita akan melepaskn pengampunan.

Ajaran Tuhan Yesus adalah kasih yg hrs menjadi dasar kita untuk memuliakan Tuhan melalui sikap hidup kita sehari hari kita, ketika KASIH itu di tunjukkan dan berdampak bagi org lain maka kita telah menjadi terang dan garam yg tentunya hal itu menyenangkan hati Tuhan memuliakan Tuhan melalui sikap hati kita.

Tetaplah menjadi anak2 Tuhan yg selalu membawa terang dan garam di tengah dunia ini, kita memiliki hati yg bersih dr segala kepahitan membuat kita ringan menjalani hidup.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai