Kesempurnaan hidup

KESEMPURNAAN HIDUP

MATIUS 5:48

Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

“Perfeksionisme adalah salah satu kata yg untuk sebagian org mungkin menakutkan,”Saat membandingkan perfeksionisme era modern dengan kata “kesempurnaan” Namun, kata yang diterjemahkan sebagai “sempurna” dalam Injil Matius, sebenarnya berarti dewasa, lengkap, atau utuh. “Menjadi sempurna . . . berarti memberi ruang bagi pertumbuhan hidup iman kita mjd dewasa.

Memahami kesempurnaan dengan cara ini akan menolong kita memahami kisah luar biasa dalam Matius 19, ketika seseorang bertanya kepada Yesus, perbuatan baik apa yang harus diperbuatnya untuk “memperoleh hidup yang kekal” (ay.16). Yesus menjawab, “Turutilah segala perintah Allah” (ay.17). Orang muda itu mengira ia sudah menuruti semuanya, tetapi merasa masih ada yang kurang. “Apa lagi yang masih kurang?” tanyanya (ay.20). Menjadi sempurna ketika kita menempatkan Tuhan Yesus menjadi segala galanya dlm kehidupan kita. Dengan hidup dlm KASIH.

Yesus pun menyebutkan kekayaan orang itu yang telah menjerat hatinya. Dia berkata, jika orang itu “hendak sempurna”—menjadi utuh, rela memberi dan juga menerima dari sesama dalam Kerajaan Allah—ia harus rela melepaskan apa yang menutup hatinya dari sesama (ay.21). Sesungguhnya kekayaan tdk akan menjamin hidupmu. Kedewasaan iman akan membawa kita kpd keberhasilan.

Masing-masing dari kita pasti mempunyai pandangan sendiri tentang kesempurnaan—entah itu harta atau apapun yg kita anggap membuat kita sempurna. Hari ini, dengarlah undangan lembut Yesus untuk berserah, dan menemukan kemerdekaan hidup yg utuh yang hanya dialami di dalam Dia (ay.26).

Lukas 18:18 menyatakan pemuda kaya di Matius 19:16-30 sebagai “seorang pemimpin”. Ini bisa berarti ia adalah pemimpin sinagoge, penatua Yahudi, pemimpin orang Farisi, atau anggota mahkamah agama. Ia bertanya kepada Yesus apa yang harus dilakukannya untuk memasuki kerajaan Allah (ay.16). Pada kesempatan lain, “seorang ahli Taurat” mengajukan pertanyaan yang sama kepada Yesus untuk menguji Dia (Lukas 10:25). Di Matius 19:24, Yesus menggunakan ilustrasi menggelikan tentang unta yang masuk melalui lubang jarum untuk menekankan bahwa kita tidak mungkin dapat “melakukan sesuatu” untuk menyelamatkan diri kita, karena hanya Allah yang sanggup menyelamatkan (ay.26).

Pasti kita pernah keliru menganggap ambisi pribadi sebagai “kesempurnaan”. Kesempurnaan sesungguhnya ketika kita menempatkan Tuhan mjd yg utama dlm hidup kita, sehingga kita mendapatkan kemerdekaan hidup yg hakiki, yaitu tentunya kita di selamatkan dan memperoleh hidup kekal. Kekayaan adalah bentuk kepercayaan yg Tuhan berikan kpd kita untuk di kelola bukan mjd yg utama yg hrs kita klaim mjd milik kita, karena hidup kita bukan tergantung dgn kekayaan.

kedewasaan iman kita menunjukkan perjalanan hidup kita menuju kpd kesempurnaan seperti Kristus.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai