Kesombongan

KESOMBONGAN

Yakobus 4:14

Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap

Yakobus menulis kepada komunitas yang diserang oleh nafsu kesombongan dan sikap mandiri yang berlebihan. Untuk menegur arogansi mereka, Yakobus mengucapkan kata-kata yang menusuk: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (Yak. 4:6). Yang perlu mereka lakukan: “Rendahkanlah diri di hadapan Tuhan” (ay.10). Bagaimana mereka memiliki sikap rendah hati ini? Seperti para jenderal Romawi yg sombong mereka perlu mengingat bahwa mereka akan mati. Yakobus menegaskan, “Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. . . . Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (ay.14). Menyadari kerapuhan diri itu harusnya membuat mereka mau untuk hidup di bawah kehendak Tuhan yang teguh, daripada menyombongkan diri dgn usaha mereka sendiri yang sia-sia (ay.15).

Jika kita lupa masa hidup kita terbatas, maka kita bisa jatuh pada kesombongan. Namun, ketika dengan rendah hati kita menyadari kefanaan kita, kita dapat melihat setiap momen dan helaan napas kita sebagai anugerah. Maka kita akan semakin melekat dan bergantung kpd Tuhan, yg kita punya adalah hal yg fana dapat hilang dlm sekejap tetapi ketika kita berserah dan melekat kpd Tuhan maka kita memiliki Tuhan dan Dia yg akan membawa kita kpd kehidupan yg abadi.

Sejumlah orang dalam Perjanjian Baru memiliki nama Yakobus, termasuk anak Zebedeus/saudara Yohanes (Matius 4:21; Kisah Para Rasul 12:2) dan anak Alfeus (Matius 10:3). Yakobus yang menulis kitab Yakobus adalah anak Maria, saudara tiri Yesus (13:55). Meski di awal pelayanan Yesus Yakobus tidak percaya kepadaNya, tetapi setelah ia melihat Kristus yang bangkit (1 Korintus 15:7), ia berubah menjadi percaya. Di Kisah Para Rasul 1:14, Yakobus diduga hadir di ruang atas setelah kenaikan Yesus ke surga, dan di kemudian hari menjadi pemimpin jemaat di Yerusalem (12:17; 15:13).

Masa hidup Yakobus adalah ketika di dlm pembuangan atau perantauan yg jauh dr hidup enak dan nyaman tetapi yakobus menulis di tengah kehidupan dunia dan masalah yg kita hadapi maka ketergantungan kita dgn Tuhan adalah hal yg harus di lakukan dgn sikap hati yg penuh kerendahan hati. Ketergantungan kita dgn Tuhan menjadi hal yg pokok dan harus di tengah dunia ini yg penuh dgn panca roba dan banyak kejahatan. Kesombongan biarlah di jauhkan dr hati kita karena itu akan merusak hidup.

Ketika kita menyadari kita hanya debu dan uap dan bunga rumput maka kita akan selalu dan selalu bergantung sepenuhnya kpd Tuhan dgn melekat dan tinggal dlm Tuhan.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai