Pencobaan

PENCOBAAN

Matius 26:41

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah

Yesus memperingatkan murid-muridNya bahwa apabila tidak berjaga-jaga, mereka juga akan membuat kesalahan besar. Tuhan membawa mereka ke Taman Getsemani untuk mengambil waktu berdoa. Saat berdoa, Yesus mengalami dukacita dan kesedihan yang tak pernah dirasakan-Nya semasa hidup di dunia. Dia meminta Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk berdoa dan “berjaga-jaga” dengan-Nya (Mat. 26:38), tetapi mereka malah tertidur (ay.40-41). Kegagalan mereka untuk berjaga-jaga dan berdoa menjadikan mereka tidak berdaya ketika datang pencobaan seperti Petrus yg menyangkal Yesus. Yesus melihat mereka, para murid tidak memiliki kewaspadaan rohani.

Mari kita senantiasa mendengarkan perkataan Yesus untuk tetap berjaga-jaga secara rohani dengan semakin setia meluangkan waktu bersamaNya di dalam doa. Saat kita melakukannya, Dia akan menguatkan kita untuk melawan segala bentuk pencobaan dan terhindar dari kesalahan besar.

Sebelum ditangkap dan disalibkan, Yesus memanjatkan doa terakhirNya dalam suatu taman di antara pepohonan zaitun di Bukit Zaitun. Taman itu bernama Getsemani, yang berarti “pemerasan minyak”. Yesus menghadapi tekanan luar biasa, layaknya buah zaitun yang diperas. Bukit Zaitun adalah “bukit yang membentang dari utara ke selatan di pegunungan Yudea, terletak di sebelah timur Yerusalem dan Lembah Kidron”. Bukit ini memiliki tiga puncak dan dua lembah di antaranya. Yang di tengah adalah Bukit Zaitun (setinggi 873 meter). Tanah di bagian baratnya sangat subur karena menampung air hujan dari Laut Tengah yang bercampur dengan batu kapur yang terurai.

Kepanikan dan tekanan hidup pernah kita alami tetapi tentunya kita bisa melewatinya, karena pertolongan Tuhan. Jangan lah kerajinan kita mjd kendor biar terus menyala nyala dan layani Tuhan. Berdoa dekat dgn Tuhan adalah tentunya menjadi gaya hidup kita, sehingga kita terhindar dr pencobaan besar,.

Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa daging lemah, kita butuh kekuatan untuk melawan tipu daya si iblis sehingga kita tdk masuk perangkap si iblis yg membawa kita dlm pencobaan besar.

Berdoa adalah nafas kita sehingga setiap detik pasti kita membutuhkan Tuhan,kita mengasihi Tuhan, karena kita tak bisa hidup tanpa Tuhan.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai