TUHAN YG PEGANG
Yesaya 26:4
Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal.
Kita semua menghadapi banyak lika-liku kehidupan. Namun, jika kita berfokus pada masalah-masalah kita, hal-hal yang kita hadapi akan terasa sulit dikendalikan, sehingga kita kehilangan pegangan dan terancam hancur berantakan. Alkitab mengingatkan bahwa jika kita menjaga hati tetap teguh, atau terfokus kepada Allah, Dia akan menjaga kita dengan “damai sejahtera” yang sempurna (Yes. 26:3). Damai sejahtera yang sempurna berarti seberapa pun banyaknya lika-liku dalam hidup ini, kita dapat tetap tenang, karena kita yakin Allah akan menyertai kita melewati masalah dan pencobaan tersebut. Dialah “Gunung batu yang kekal” (ay.4) “titik fokus” utama yang menjadi pusat perhatian kita karena janjiNya tak pernah berubah.
Tetaplah memusatkan perhatian kita kepada Tuhan dari hari ke hari, dengan datang kepadaNya dalam doa dan mempercayai janji-janji-Nya dalam Kitab Suci. Marilah kita mengandalkan Allah, Gunung batu kita yang kekal, agar kita dapat menjalani seluruh kehidupan ini dengan baik.
Kitab Yesaya mengisahkan ancaman dari Israel, Mesir dan Asyur terhadap kelangsungan hidup Yehuda (739-701 SM) selama pemerintahan Ahas (Yesaya 7-35) dan putranya Hizkia (ps.36-39). Dengan latar belakang serangan tersebut, Nabi Yesaya meyakinkan rakyat Yehuda bahwa Allah akan menolong mereka, seandainya mereka mempercayai Dia, dan bukan bangsa-bangsa lain, untuk membantu mereka. Janji pembebasan Allah terdapat dalam nama nabi itu sendiri, karena Yesaya berarti “Yahweh menyelamatkan.” Ahas menolak untuk mempercayai Allah (7:10-17; lihat 2 Tawarikh 28), tetapi Hizkia mempercayai-Nya (Yesaya 37:14-21; lihat 2 Tawarikh 32:1-23). Yesaya 26 adalah nyanyian pujian pernyataan kemenangan Yahweh bagi Yehuda, yang mensyukuri penebusan, pemulihan, keselamatan, dan “damai yang sempurna” (ay.3 FAYH; shalom dalam bahasa Ibrani, yang berarti damai sejahtera, rasa aman, kemakmuran, kesejahteraan, keutuhan) bagi mereka yang merendahkan diri mereka, menghormati Dia, dan sepenuhnya percaya kepadaNya, “gunung batu yang kekal”
Masalah apa saja yang menjadi fokus kita akhir-akhir ini. Percayalah kepda Tuhan dgn sepenuhnya karena Tuhan pasti memberikan pertolongan tepat pada waktunyA. JanjiNya di genapi dlm kehidupan kita.
Bicara tentang fokus hidup ini tentunya hrs kpd Tuhan, walaupun di sisi lain masih banyak persoalan yg kita hadapi tetapi sesunggunya Tuhan tahu dan sangat mengerti seluruh persoalan kita, maka mari kita tetap fokus kpd Tuhan dan Tuhan pasti menolong kita.
Memfokuskan diri kpd Tuhan berarti senantiasa hidup kita kita arahkan kpd Tuhan dgn cara tetap mempercayai janjiNya, tetap berdoa dan berharap kpd Tuhan bahkan tetap setia melakukan firmanTuhan.
Tuhan sumber segalanya dlm hidup kita Dia lah Alfa dan Omega yg awal dan akhir Dia pencipta segalanya, tak perlu takut ketika kita sdh memfokuskan hidup kpd Tuhan. Tuhan yg pegang kehidupan kita