Pertobatan

PERTOBATAN

Yoel 2:13

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang.

Dalam Kitab Yoel di Perjanjian Lama, Allah menyerukan umatNya untuk sungguh-sungguh bertobat dari dosa-dosa mereka saat Dia memanggil mereka agar kembali kepadaNya dengan segenap hati (2:12). Yang dikehendaki Allah bukanlah tindakan penyesalan yang bersifat lahiriah, melainkan melunaknya sikap mereka yang keras: “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.” Yoel mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah itu “pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (ay.13).

Kita mungkin merasa sulit mengakui dosa dan kesalahan kita karena ada keangkuhan pada diri kita. Mungkin kita mengesampingkan kebenaran, dan kita membenarkan tindakan kita dengan mengatakan bahwa itu hanya “kebohongan kecil” atau “bohong putih”. Namun, ketika kita mengindahkan bisikan Allah yang lembut tetapi tegas untuk bertobat, Dia akan mengampuni kita dan menyucikan kita dari segala dosa (1Yoh. 1:9). Kita pun dapat terbebas dari rasa bersalah dan malu, karena mengetahui bahwa kita telah diampuni.

Dalam menggambarkan “hari TUHAN” yang akan datang (Yoel 2:1) waktu ketika Allah dengan tuntas mengatasi kejahatan dan membawa keselamatan bagi dunia, Yoel mendesak umat Allah untuk bertobat dan berdoa. Dan kepada mereka yang memberontak terhadap Allah, “hari TUHAN” membawa peringatan dan ketakutan (ay.1), “hari gelap gulita dan kelam kabut” (ay.2). “Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?” (ay.11). Namun, segera setelah muncul kata-kata muram tadi, Yoel memberikan gambaran yang sangat berbeda bagi umat Allah yang akan mengalami “hari” tersebut. Yoel mengingatkan tentang siapa Allah yang menyatakan diriNya kepada Musa pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya” (ay.13). Inilah Allah yang akan menanggapi pertobatan mereka, tidak dengan membawa kehancuran melainkan dengan menyediakan pemulihan dan kelimpahan (ay.14,21-25).

Tuhan selalu menerima kita apa adanya dan tdk mengingat lagi kesalahan dan dosa kita ketika kita dengan zungguh hati bertobat dr jalan yg salah, karena Tuhan menginginkan anak2Nya mengalami pemulihan.

Segeralah bertobat dan lakukanlah kebenaran karena Tuhan selalu menunggu umatNya untuk kembali kepada jalan yg benar dan jangan keraskan hati supaya anugrah kemurahan Nya melimpah dlm hidup kita.

Kasih Tuhan sungguh besar dan sangat dalam Tuhan selalu mengaaihi kita anak2Nya yg selalu setia dan taat kpd Tuhan, dan Tuhan Yesus selalu memberi kesempatan kpd anak2Nya untuk hidup dlm kebenaran, Dia Tuhan yg penuh Kasih.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai