BERSANDAR DAN BERSERAH PADA TUHAN
Yosua 9:14
Mereka tidak meminta keputusan Tuhan.
Bangsa Israel mengalami keadaan yang jauh lebih berat. Allah telah berjanji akan menolong mereka mengusir bangsa-bangsa lain ketika mereka masuk ke tanah yang telah Allah berikan kepada mereka (Yos. 3:10) supaya mereka tidak tergoda menyembah allah-allah palsu (Ul. 20:16-18). Namun, salah satu bangsa melihat kemenangan Israel dan menggunakan strategi roti basi untuk menipu orang Israel supaya percaya bahwa mereka datang dari tempat jauh. “Orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan Tuhan. Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka” (Yos. 9:14-15,) tanpa menyadari bahwa mereka telah melanggar dari perintah-perintah Allah.
Ketika doa menjadi pilihan pertama dan bukan langkah terakhir, kita membuka diri untuk menerima petunjuk, hikmat, dan berkat Allah. Kita percaya Tuhanlah yg menolong dan kita mengambil langkah untuk diam sejenak di hadirat Tuhan. Doa adalah berkomunikasi dgn Tuhan dgn pujian dan penyembahan kpd Tuhan, artinya meminta pentunjuk dan berserah pada Tuhan Yesus, mempercayakan hidup kpd Tuhan, Tuhan senang dgn org2 yg selalu mengandalkan Tuhan karena org2 yg mengandalkan Tuhan di berkati kata Firman Tuhan sehingga ketika kita berdoa dan berserah kpd Tuhan maka Tuhan yg menolong hidup kita, Tuhan berperang ganti kita.
Peristiwa dalam Yosua 9 dikenal sebagai “Akal orang Gibeon.” Kisah ini sebagai peringatan untuk tidak bersandar pada pengertian sendiri tetapi berusaha mencari petunjuk Allah juga terdapat dalam bagian Alkitab yang lain. Amsal 3:5-6 berkata, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “pengertian” dalam ayat ini mengacu pada penilaian manusia yang terbatas. Doa Salomo juga dapat mengajar kita tentang hal ini. Menjelang waktunya untuk memimpin umat Allah, ia meminta “hati yang faham menimbang perkara” (1 Raja-Raja 3:9). Inilah jawaban Allah: “Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian” (ay.12).
Mari kita melalangkah dgn petunjuk firman Tuhan dgn cara merenungkan Firman Tuhan siang dan malam dan selalu meminta petunjuk Tuhan melalui doa2 kita setiap hari kpd Tuhan, Tuhan tdk pernah gagal Tuhan selalu menggenapi janjiNya dlm hidup kita,.
Bersandar pada Tuhan adalah pilihan hidup yg benar bahkan kita tenang dan aman bersama Tuhan.