MEMBERI DGN IKLAS
Matius 6:4
Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Ketika kita memberi kepada sesama karena kasih kita kepada Allah, tanpa memikirkan pujian atau pengakuan dari orang lain, kita dapat percaya bahwa pemberian itubaik besar atau kecil untuk memenuhi kebutuhan mereka yang menerima-Nya.
Setelah melakukan serangkaian penyembuhan fisik yang menunjukkan kebaikan dan kredibilitasNya (Matius 4:23-25), Yesus lalu menjelaskan hidup seperti apa yang layak dijalani (5:1-16). Di dalam prosesnya, Dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai para pemuka agama yang kebaikannya hanya di permukaan (ay.20). Namun, seperti banyak bagian Kitab Suci lainnya, Khotbah di Bukit (pasal 5—7) tidak pernah dimaksudkan untuk berdiri sendiri. Khotbah yang berakar kuat pada perkataan Musa dan para nabi itu merupakan pengantar yang diberikan Yesus untuk segala sesuatu yang akan terjadi. Lewat hidup dan matiNya, Yesus mewujudkan prinsip-prinsip kerajaanNya dan menanggung konsekuensi utama dari tipu daya dan pemberontakan yang bermula di Taman Eden. Dengan kebangkitan-Nya, Dia mematahkan kuasa kubur yang ditakuti semua orang. Dengan mengaruniakan Roh-Nya, Dia memampukan semua orang yang menerima-Nya untuk hidup dalam hadirat dan keserupaan dengan Bapa kita di surga (5:43—6:9).
Pelajaran tentang kasih yg di berikan Tuhan kpd kita adalah pelajaran yg menunjukkan siapa kita, kita adalah anak2Nya, termasuk dlm memberi Tuhan sangat senang jika anak2Nya memberi dan menolong org lain, org yg memberi takkan kehabisan karena Tuhan selalu memberkati org2 yg suka memberi dgn iklas dan tanpa pamrih. Apa yg org pikirkan ketika memberi adalah banyak ada yg dgn senang memberi tapi mempunyai motivasi untuk di lihat org karena ingin menyombongkan diri, tetapi kita adalah org2 yg sadar dan mengerti akan kebenaran bahwa sesungguhny kita tdk perlu menyombongkan diri.
Biarlah ketika kit memberi ada sikap hati yg benar di hadapan Tuhan, teruslah berbuat kasih kpd sesama dg iklas dan tanpa pamrih.