KEMURAHAN HATI
1 Tawarikh 29:9
Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada Tuhan.
Riset menunjukkan adanya hubungan antara kemurahan hati dan sukacita: mereka yang memberikan uang dan waktu mereka untuk menolong orang lain didapati lebih bahagia daripada yang tidak. Tetapi biarlah motivasi yg benar yg mendasari kita memberi yaitu bukan untuk kesombongan ataupun karena kewajiban tetapi biarlah itu kita lakukan dgn tulus dan iklas dan tanpa pamrih.
Alkitab juga mengaitkan kemurahan hati dengan sukacita, tetapi untuk alasan yang berbeda. Setelah menyumbangkan kekayaannya bagi pembagunan Bait Allah, Raja Daud mengajak bangsa Israel untuk ikut memberikan persembahan (1Taw. 29:1-5). Bangsanya menanggapi dengan murah hati dan sukarela mereka menyumbangkan emas, perak, dan batu permata (ay.6-8). Namun, perhatikanlah alasan sukacita mereka: “Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada Tuhan” (ay.9, dengan penekanan). Perbuatan baik kita biarlah tanpa pamrih semua hanya untuk kemuliAn Tuhan karena kita anak2Nya yg selalu melakukan kasih dgn cara memberi dgn penuh sukacita dan penuh keiklasan.
Selain undangan Daud kepada umat untuk memberi persembahan bagi pembangunan Bait Allah, 1 Tawarikh 29 juga memperlihatkan penyerahan takhtanya kepada Salomo, yang diterima bangsa Israel sebagai raja mereka yang baru (ay.21-28). Kehidupan Daud, seperti juga pemerintahannya, ditandai oleh konflik berdarah, tetapi Salomo (yang namanya berasal dari kata Ibrani untuk “damai”) akan mempunyai pemerintahan yang berbeda. “Masa keemasan” Salomo ditandai dengan tercapainya kemakmuran dan pengaruh luar biasa yang tidak pernah dialami sebelumnya oleh Israel, serta termasyhurnya hikmat sang raja di seluruh wilayah Timur Dekat kuno. Selain itu, pemerintahan Salomo ditandai oleh proyek-proyek pembangunan besar-besaran, termasuk pembangunan bait Allah dan istananya sendiri (dibangun dalam waktu sekitar tiga belas tahun).
Konteks kita dlm memberi dan kemurahan hati kita hrs di dasari dgn motivasi yg benar sehingga kita terbebas dr kesombongan, memberi adalah tindakan kasih yg dilandasi karena kita mengasihi Tuhan kita adalah anak2 Nya, bukan karena kita mampu.
Kemurahan hati yg ada dlm hidup kita adalah karena firman Allah yg bekerja membentuk pribadi kita mjd pribadi yg penuh dgn belas kasihan seperti Yesus