
HIDUP BERSAMA TUHAN
Yeremia 17:8
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air.
Alkitab bercerita tentang tokoh-tokoh yang menanti dengan iman di tengah kesulitan. Nuh menanti datangnya hujan. Kaleb menunggu empat puluh tahun untuk menetap di Tanah Perjanjian. Ribka menanti dua puluh tahun untuk memiliki anak. Yakub menunggu tujuh tahun untuk menikahi Rahel. Simeon terus menanti-nanti untuk melihat bayi Yesus. Pada akhirnya, kesabaran mereka pun terjawab. Inilah yg mengajarkan kpd kita untuk tetap mempercayai Tuhan di tengah situasi dan persoalan hidup. Orang2 yg tetap dlm iman nya dan tetap tertanam di dlm Tuhan maka dia akan melihat hal2 yg dasyat dr Tuhan.
Sebaliknya, siapa pun yang mengandalkan manusia “akan seperti semak bulus di padang belantara” (Yer. 17:6). “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan,” Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air.(ay.7-8). Mengandalkan Tuhan sedangkan Tuhan tdk kelihatan, inilah yg di katakan Firman Tuhan telah mendarah daging dlm kehidupan ini, Tuhan bagi kita org percaya kita rasakan di sepanjang kehidupan kita, penyertaan dan perlindungan Nya nyata dlm kehidupan kita. Dia Tuhan berdiam dlm diri kita sehingga kehadiranNya kita rasakan melalui pertolongan Nya yg tdk mungkin mjd mungkin karena Tuhan nyata dlm hidup kita.
Orang percaya kokoh tertanam di dalam Tuhan, Dialah yang berjalan bersama kita melewati beragam kesenangan dan kesulitan hidup ini. Tuhan bersama kita senantiasa, kita ada dlm Tuhan seperti tanaman yg di tanam di tepi aliran air, sehingga senantiasa tetap segar dan tetap berbuah bahkan tdk layu walaupun di waktu musim kemarau sekalipun, karena kita senantiasa bersama dgn Tuhan.
Selama masa Nabi Yeremia menulis kitabnya (627—586 SM), Yehuda dikelilingi bangsa-bangsa adidaya, seperti Mesir dan Asyur, serta Babel yang masih berkembang. Jadi, Yehuda mencoba untuk bersekutu dengan bangsa-bangsa tersebut untuk melindungi diri sendiri. Namun, Allah ingin umatNya mengandalkan Dia untuk kekuatan dan keamanan mereka. Dalam Yeremia 17:5-8, sang nabi menerangkan perbedaan tajam antara mereka yang mencari pertolongan manusia dan mereka yang sepenuhnya percaya kepada Allah. Ia memakai tiga perumpamaan untuk menggambarkan nasib mereka yang berpaling dari Allah: semak bulus di padang belantara, tanah hangus di padang gurun, dan negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Hidup orang-orang itu akan terasa kering, sepi, dan layu. Namun, seperti dinyatakan pemazmur di Mazmur 1:3, mereka yang mengandalkan Allah akan “seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya.”
Mari kita terus mengandakkan Tuhan dan jangan sampai kita berpaling dr pengharapan kita kpd Tuhan, sdh banyak pertolongan dan kebaikan2 Tuhan yg nyata dlm hidup kita.
Hidup tdk mudah tetApi terasa ringan dan penuh sukacita karena kita bersama Tuhan Dia ada dlm kehudupan kita.