Hidup Penuh Tantangan

HIDUP PENUH TANTANGAN

Ulangan 2:7

Ia memperhatikan perjalananmu . . . dan engkau tidak kekurangan apapun.

Terkadang perjalanan hidup kita terasa seperti perjalanan bangsa Israel di padang gurun (Ul. 2:7). Memang hidup bisa terasa sulit untuk dijalani. Namun, apakah kita juga melihat persamaan lainnya? Kita sering membuat rencana kita sendiri dan berjalan menjauhi rencana Allah (1:42-43). Sama seperti orang Israel, kita juga sering bersungut-sungut tentang kebutuhan hidup kita (Bil. 14:2). Dalam keluh-kesah sehari-hari, kita juga sering meragukan maksud Allah (ay.11). Kisah bangsa Israel berulang kali menjadi kisah hidup kita sendiri. Perjalanan hidup memang tdk mudah apalagj di padang gurun dan dunia ini adalah padang gurun yg panas, persoalan tdk habis2 nya. Tetapi ingat kita sebagai anak2 Tuhan mendapat senantiasa perlindungan Tuhan.

Allah meyakinkan kita bahwa jika kita mengikuti jalanNya, Dia akan membawa kita ke tempat yang jauh lebih baik. Dia akan memenuhi kebutuhan kita, dan kita tidak akan kekurangan apa pun (Ul. 2:7; Flp. 4:19). Namun, meski sudah mengetahui hal itu, kita sering gagal melakukannya. Kita perlu kembali mengikuti peta perjalanan yang menurut kehendak Tuhan. Kegagalan di tengah perjalanan hidup memang terkadang terjadi tetapi jgn sampai membuat kita putus asa. Tuhan senantiasa menopang kehidupan kita di tengah dunia ini, kasih karunia nya yg memampukan kita untuk menghadapi perjalanan hidup.

Ketika Musa memimpin umat Israel menuju Kanaan, mereka harus melewati tanah yang diduduki bangsa Edom dan Moab. Kedua bangsa itu menentang Israel, tetapi Allah melarang umat-Nya untuk melawan mereka atau mengambil alih tanah mereka, karena mereka masih bersaudara. Bangsa Edom adalah keturunan Esau (Kejadian 36:9), dan bangsa Moab itu keturunan Lot (19:30-38). Ketika kira-kira dua juta orang Israel bergerak melintasi daerah Edom, Allah bahkan memerintahkan mereka untuk membayar bangsa Edom, saudara mereka, untuk makanan dan air yang telah mereka konsumsi (Ulangan 2:2-6). Kasih karunia Allah bagi bangsa-bangsa yang memusuhi umatNya terlihat dalam ketentuan yang diberikanNya bagi orang-orang Edom (dan orang Mesir) di dalam Hukum Taurat, dengan memberi mereka kesempatan untuk menyembahNya juga: “Janganlah engkau menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap keji orang Mesir, sebab engkaupun dahulu adalah orang asing di negerinya” Tuhan pasti akan melindungi kita dari setial marabahaya, bahkan Tuhan berperang ganti kita, dan Tuhan pasti memberikan kemenangan bagi kita. Persoalan kita pasti terselesaikan dgn pertolongan Tuhan.

Hidup manusia hanya sebatas bunga rumput tetapi hidup kita bernilai karena selalu ada Tuhan yg memimpin dan menopang bahkan memberikan kemenangan2 dlm persoalan2 hidup yg kita hadapi, tdk ada kata putus asa bagi kita anak2 Nya.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai