
MEMILIKI KARAKTER DAN SIFAT TUHAN
2 Petrus 1:8
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil.
Rasul Petrus mendorong kita untuk tidak mengikuti nasib dunia. Dewasa rohani berarti kita menerima sifat ilahi (2Ptr. 1:4), maka kamu dan saya dipanggil untuk bertumbuh—bertumbuh secara mental dalam pengenalan akan Yesus Kristus (3:18); secara rohani dalam sifat-sifat seperti kebajikan, ketekunan, dan penguasaan diri (1:5-7); dan secara praktis dengan selalu mencari cara untuk semakin mengasihi, rela memberi tumpangan, dan giat melayani sesama sesuai dengan karunia kita (1Ptr. 4:7-11). Pertumbuhan seperti itu, kata Petrus, akan memampukan kita menjadi “giat dan berhasil” (2Ptr. 1:8). Bertumbuh mjd hal yg tdk mudah di tengah dunia yg jahat ini tetapi mjd hal yg harus karena kita mau mjd org yg berhasil dlm pengenalan kita akan Tuhan.
Panggilan untuk bertumbuh ini penting bagi siapa saja, baik yang sudah lanjut usia maupun yang masih berusia remaja. Sifat ilahi begitu luas bagai lautan, dan kita baru saja mulai mengarunginya. Jelajahilah kekayaan karakter-Nya yang tak berkesudahan, dan tempulah petualangan rohani yang baru. Mari belajar, melayani, dan mengambil risiko. Bertumbuhlah. Ketika kita memiliki karakter dan sifat ilahi maka hidup kita akan menjadi sama seperti Kristus,yg berarti kita selalu hidup melakukan firman Tuhan.
Kitab 2 Petrus dimulai dan diakhiri dengan senada, menekankan ungkapan kasih karunia dan pengenalan: “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita” (1:2); “Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (3:18). Ungkapan kasih karunia (“anugerah Allah yang diberikan dengan cuma-cuma”) muncul dalam kitab ini hanya di dua ayat tadi; tetapi, kata pengenalan (atau pengetahuan) muncul tujuh kali dalam kitab ini, dengan menggunakan dua kata yang berbeda dalam bahasa Yunani. Kata pengenalan di 2 Petrus 3:18 (juga dua kali kata pengetahuan dalam 1:5-6) adalah gnosis (pengetahuan, informasi, fakta). Informasi tentang Allah memang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan hidup kita di dalam Kristus. Kata yang dipakai di 1:2 (juga dalam 1:3,8; 2:20) adalah epignosis. Itu adalah bentuk yang diperkuat dari kata tadi, menunjukkan suatu pemahaman yang “lebih penuh,” “lebih dalam,” “lebih dialami” atas obyek yang diketahui. Pengenalan akan Tuhan secara baik dan benar akan membuat kita mampu menyikapi semua persoalan2 hidup. Karena kita tahu bahwa Tuhan sangat mengasihi kita dan Dia Allah yg berkuasa.
Dalam pengenalan akan Tuhan membutuhkan kesungguhan hati untuk selalu melakukan Firman Tuhan, sehingga kita mengenal sifat dan karakter Tuhan yg akhirnya melekat pada kita