Kembali Kepada Tuhan

KEMBALI KEPADA TUHAN

Kejadian 3:8

Mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk.

Pada mulanya, Eden adalah surga yang diciptakan Allah bagi manusia. Di taman itulah, Adam dan Hawa bertemu dengan Tuhan setiap hari sampai pada suatu hari mereka melakukan tawar-menawar dengan iblis (lihat Kej. 3:6-7). Hari itu menjadi sangat berbeda. “Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan2 dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman” (ay.8).

Ketika Tuhan Allah bertanya apa yang telah mereka perbuat, Adam dan Hawa pun melemparkan kesalahan mereka kepada pihak lain. Meski mereka menyangkal, Tuhan tidak membiarkan mereka begitu saja. Dia “membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka” (ay.21), sebuah pengorbanan yang mengisyaratkan kematian yang akan ditanggung Yesus untuk menutupi dosa2 kita. Banyak manusia saling menyalahkan satu sama lain dan hal itu berjalan sampai hr ini. Dan bersyukurnya adalah Tuhan menebus dosa2 kita.

Allah tidak memberi kita jalan untuk kembali ke Taman Eden. Yang Dia berikan adalah jalan maju kepada pemulihan hubungan denganNya. Kita tidak dapat kembali ke taman Eden itu. Namun, kita dapat kembali kepada Allah, Sang Pemilik taman itu. Kembali kpd Tuhan adalah suatu pilihan yg terbaik di tengah pilihan2 yg banyak di tawarkan dlm dunia ini.

Kitab Kejadian memakai istilah “bergaul dengan Tuhan” atau “hidup akrab dengan Tuhan” untuk menggambarkan persekutuan yang penuh kasih dan harmonis dengan Tuhan. Kejadian 3 memperlihatkan hubungan harmonis dengan Tuhan itu terputus oleh keputusan pasangan manusia pertama yang menolak mempercayai Tuhan dan melanggar perintahNya. Mereka bersembunyi (ay.8). Namun, dalam kasih, Tuhan terus mengupayakan hubungan dengan umat manusia, agar mereka berjalan bersamaNya dalam iman dan kesetiaan. Bahkan setelah kejatuhan di dalam dosa, orang-orang masih disebutkan bergaul dengan Tuhan, seperti Henokh (5:22), Nuh (6:9), dan Abraham (17:1). Dalam Perjanjian Baru, melalui kematian dan kebangkitan Yesus, orang percaya diberikan harapan dan kuasa baru untuk sanggup menjalani hidup dengan berjalan setia bersama Tuhan oleh karunia Roh Tuhan (Galatia 5:16; Efesus 2:10). Bergaul dgn Tuhan hidup dekat dgn Tuhan itulah kehidupan kita yg telah kembali kpd Tuhan. Tentunya kita hidup dlm Tuhan itu dgn kesetiaan dan ketekunan untuk mencapai hidup yg berkenan kpd Tuhan. Memiliki iman yg teguh.

Perjalanan hidup takkan mudah tetapi kita mengerti bahwa kita dgn sadar telah kembali kpd Tuhan yaitu hidup dlm Tuhan dekat dengan Tuhan dan taat sstia melakukan kehendak dan perintah2 Tuhan.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai