
WARISAN UNTUK GENERASI KITA
Ulangan 4:9
Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu jalan dan perintah Allah.
Salah satu cara terindah yang dapat dilakukan orangtua dan kakek nenek untuk mempengaruhi anak-cucu mereka adalah dengan meneruskan dan menyampaikan kebenaran Alkitab. Dalam Ulangan 4, Musa memerintahkan umat Allah agar tidak melupakan hal2 yang dilihat oleh mereka tentang Allah, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatan mereka (ay.9). Musa melanjutkan dengan berkata bahwa meneruskan hal2 itu kepada generasi2 mendatang akan memampukan mereka belajar takut kepada Allah (ay.10) dan hidup seturut dengan kebenaranNya di tanah yang diberikanNya kepada mereka. Memberikan warisan kebenaran dlm Tuhan Yesus kpd anak kita dan cucu kita adalah sesuatu yg sangat berharga agar supaya mereka hidup dalam takut akan Tuhan.
Keluarga dan sahabat yang diberikan Tuhan kepada kita memang dimaksudkan untuk kita bangun dgn baik dan menjadi berkat. Dan semua nya sesuai dgn rancangan Tuhan, relasi2 yg kita punya itu juga dimaksudkan sebagai wadah untuk kita membagikan kebenaran dari satu generasi ke generasi berikutnya, mendidik mereka dalam kebenaran, dan memperlengkapi mereka untuk setiap perbuatan baik (2Tim. 3:16-17). Ketika kita membagikan kebenaran dalam hidup kita kepada generasi mendatang, kita telah memperlengkapi mereka untuk menyaksikan penyertaan Tuhan dalam hidup mereka sendiri.
Ucapan Musa dalam Ulangan 4 menyatakan dua aspek bertautan tentang keadaan manusia. Pertama, kita mudah sekali melupakan peristiwa2 dan perkataan2 penting (ay.9a). Kedua, untuk menghindari hal itu, kita secara sadar harus tetap mengingat hal2 penting dalam hidup kita terutama hidup dlm kebenaran dan perbuatan2 Tuhan bahkan pertolongan Nya dlm hidup kita.(ay.9b). Kita dapat melihat bahwa seruan untuk mengingat perbuatan2 Allah itu mengantisipasi penyimpangan rohani yang terjadi turun temurun dalam Kitab Hakim-Hakim. Di sini, dalam Kitab Ulangan, umat Israel didorong untuk meneruskan dan mengingat kembali akan perbuatan2 Allah “kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu” (ay.9-10). Dalam Kitab Hakim-Hakim, kita melihat kegagalan mereka dalam melakukan kebenaran dan akibat2 yang mereka derita (lihat 3:10-12). Di dalam setiap “siklus” Kitab Hakim-Hakim, ketidakpatuhan umat Israel sudah terjadi pada generasi pertama atau kedua sesudah Allah melepaskan mereka, dan ini menunjukkan kelalaian mereka untuk meneruskan supaya mengingat kembali akan perbuatan Allah kepada anak-anak mereka.
Mengajarkan dan menyampaikan kebenaran kepada generasi kita selanjutnya adalah merupakan hal yg wajib bagi kita anak2 Tuhan supaya keturunan kita memiliki kehidupan yg takut akan Tuhan.