MENABUR

MENABUR

Markus 4:20

Yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah.

Yesus banyak berbicara tentang menanam benih, dan sering kali mengumpamakan penanaman benih dengan perbuatan menabur “firman” (Mrk. 4:15). Dia mengajarkan bahwa sebagian benih direnggut Iblis, sementara benih lain tidak berakar dan hanya bertahan sebentar, dan yang lain lagi dihambat serta terimpit oleh hal-hal di sekitar mereka (ay.15-19). Ketika kita menyampaikan kabar baik, soal benih mana yang akan hidup tidaklah tergantung pada kita. Tugas kita hanyalah menabur Injil, yaitu mengabarkan tentang Yesus Kristus: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (16:15). Menabur adalah kegiatan rohani yg kita lakukan setiap hari, baik kita menabur kebaikan ataupun kita menabur Firman Tuhan kpd org lain dengan menyampaikan kebenaran.

Saat Allah bekerja melalui diri kita, dan kita membagikan iman kepada orang lain, kita mungkin takkan tahu apakah firman yang dibagikan itu berakar atau tidak. Akan tetapi, biarlah kita dikuatkan dengan menyadari bahwa benih kabar baik yang kita taburkan, bahkan bertahun-tahun kemudian, dapat diterima oleh seseorang yang “mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah” (4:20). Ketika kuta mendengar teman kita saudara kita bertobat menerima keselamatan di dalam Tuhan Yesus tentu kita berbahagia, mungkin apa yg kita tabur yg lalu menghasilkan tunas, bertumbuh, jadi mari kita senantiasa menabur kebaikan menabur Firman Keselamatan di dalam Tuhan Yesus dan kita berdoa supaya benih yg kita tabur itu bertumbuh.

Kitab-kitab Injil Sinoptik—Matius, Markus, dan Lukas—mencatat tiga puluh delapan sampai empat puluh enam perumpamaan Yesus. Mayoritas tercantum dalam Lukas, tetapi banyak yang diulang dalam Injil lainnya. Mengapa Yesus sering berbicara dengan perumpamaan? Dia menjelaskan kepada murid-murid-Nya demikian: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti” (Matius 13:11-13). Yesus menyatakan bahwa itu menggenapi nubuatan Yesaya (lihat Yesaya 6:9-10). Kebenaran Alkitab hanya dapat dipahami dengan pertolongan Roh Kudus. Rasul Paulus kemudian menggemakan kebenaran itu di dalam 1 Korintus 2:7-14.

Kita bersyukur karena hidup kita di penuhi oleh Roh Kudus sehingga kita memahami apa yg menjadi maksud Tuhan dlm setiap FirmanNya,. Dan Firman yg di tabur dalam hati kita pun bertumbuh dan berbuah sampai 100 kali lipat. Sehingga hidup kita menjadi pribadi yg berdampak positif bagi org lain dan lingkungan, menjadi teladan yg baik.

Tetap menabur karena Tuhan memberikan benih Firman yg berkuasa, sehingga semua org mendengarkan dan merasakan kuasa Firman yg hidup itu dan bertobat di pulihkan.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai