Mengasihi Dan Peduli Kepada Sesama

MENGASIHI DAN PEDULI KEPADA SESAMA

Markus 10:16

Lalu Ia memeluk anak-anak itu . . . dan memberkati mereka.

Belajar untuk peduli kepada sesama bukanlah sesuatu yang baru bagi pengikut Yesus. Yesus mengubah seluruh pemahaman kita mengenai kepedulian terhadap satu sama lain. Di mulai dr kelahiran Yesus, yang pertama kali mengetahui tentang kelahiran Yesus adalah para gembala, yang bekerja menjaga domba-domba yang lemah dan rentan, suatu profesi yang sering dipandang rendah. Kemudian, selanjutnya adalah ketika anak2 kecil dibawa ke hadapan Yesus, Dia menegur para murid yang semula menganggap anak2 tidak penting. KataNya, “Biarkan anak2 itu datang kepadaKu, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (Mrk. 10:14).

Yesus memeluk anak2 itu dan sambil meletakkan tanganNya atas mereka Ia memberkati mereka (ay.16). Dalam kehidupan kita sendiri, sebagai anak2 Nya, mungkin kita juga dianggap tidak layak. Namun, sebagai Pribadi yang pernah datang dalam wujud seorang anak, Kristus menyambut kita dengan kasihNya. Lewat teladanNya, kita diajar tentang kepedulian dan mengasihi sesama.

Kisah dalam Markus 10:13-16 tentang anak2 yang dibawa kepada Yesus terdapat dalam ketiga Injil Sinoptik (lihat juga Matius 19:13-15; Lukas 18:15-17). Matius dan Markus menggambarkan peristiwa itu terjadi di daerah Yudea, di seberang Sungai Yordan. Yesus baru saja meninggalkan Galilea di utara tempat Dia mengajar murid2 Nya. Di Yudea, di wilayah selatan, orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula. (Markus 10:1). Beberapa waktu kemudian, ketika Kristus kembali mengajar murid2Nya, orang2 membawa anak2 mereka yang masih kecil kepadaNya untuk diberkati dan didoakan (Matius 19:13; Markus 10:13). Murid Tuhan menganggap itu suatu yang mengganggu, tetapi Yesus tidak menganggapnya demikian. Seperti ditunjukkan Kitab Suci, Dia mengasihi dan menghargai anak-anak, serta memberi peringatan keras bagi orang yang menyesatkan mereka (Matius 18:6). Yesus menyampaikan pelajaran penting bahwa kita perlu menyambut Kerajaan Allah layaknya seorang anak kecil, dengan keyakinan yang sederhana dan kerendahan hati yang tulus (Markus 10:15).

Mengasihi sesama dan memiliki hati yg peduli kpd org lain tdk lah mudah tetapi sebagai anak2Nya kita harus belajar perduli dan mengasihi sesama mungkin melalui hal2 kecil dalam hidup kita, jangan pernah bosan untuk selalu berbuat baik karna kita mencerminkan Kristus.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai