Hidup Benar Di Hadapan Tuhan

HIDUP BENAR DI HADAPAN TUHAN

Zefanya 3:7

….Tetapi sesungguhnya mereka makin giat menjadikan busuk perbuatan mereka.

Allah memberikan sebuah pesan yang keras kepada bangsa Yehuda melalui Nabi Zefanya tentang tanggung jawab pribadi atas dosa yang telah mereka perbuat (Zef. 1:1,6-7). Setelah menjabarkan penghukuman yang akan dijatuhkanNya atas musuh² Yehuda (Zef. 2), Allah mengalihkan pandangan kepada umatNya yang telah bersalah dan memberontak (Zef. 3). “Terkutuklah Yerusalem, kota bejat yang suka memberontak terhadap Tuhan!” seru Allah (Zef. 3:1). “Nyatanya, mereka lebih giat lagi berbuat jahat daripada sebelumnya” (Zef. 3:7).

Tuhan telah menyaksikan perilaku umatNya yang berhati dingin dan ketidakpedulian terhadap hal² rohani, maraknya ketidakadilan, dan ketamakan mereka yang keji, Tuhan memutuskan untuk mendisiplinkan mereka dengan penuh kasih. Tak peduli di antara mereka ada para “pemuka”, “hakim”, “nabi” (Zef. 3:3-4) setiap orang telah bersalah di hadapan Tuhan. Sama dengan masa sekarang banyak orang tidak perduli dengan hal² rohani, mereka sibuk dengan urusan duniawi yang tidak akan pernah habis-habisnya.

Rasul Paulus menulis hal berikut ini kepada orang percaya yang masih mengeraskan hati dan hidup dalam dosa, “Engkau menimbun murka atas dirimu sendiri . . .Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya” (Rm. 2:5-6). Maka, dalam kuasa Tuhan Yesus, marilah kita hidup dengan memuliakan Bapa kita yang kudus dan penuh kasih, bukan dengan cara hidup yang akan mendatangkan murka Tuhan.

Lebih mengerikan lagi mereka yang tidak memahami masa kemurahan hati Tuhan, mereka hidup dengan cara yang tidak benar, dan terus berbuat dosa.

Meski profil Nabi Zefanya (1:1) kurang begitu jelas tetapi pesan yang harus disampaikannya sangatlah jelas, yaitu penghakiman atas umat Allah (1:4–2:3; 3:1-7) dan atas bangsa-bangsa di sekitarnya (2:4-15). Ungkapan hari TUHAN lebih banyak ditemukan dalam kitab ini dibandingkan dalam kitab² lain di Perjanjian Lama. Hal itu mengacu pada penghakiman yang sedang berlangsung masa itu ketika Tuhan memanggil umat dan bangsa² untuk mempertanggungjawabkan sikap dan tindakan mereka yang melawan Tuhan, serta juga mengenai penghakiman yang akan datang ketika Kristus kembali. Zefanya 1:15-16 meringkas masa penghakiman ini dengan kata-kata berikut: kegemasan, kesusahan, kesulitan, kemusnahan, pemusnahan, kegelapan, kesuraman, hari berawan, kelam, hari peniupan sangkakala, dan pekik tempur.

Masa sekarang masa yang penuh dengan kemurahan hati Tuhan, maka marilah kita gunakan dengan sebaik baiknya, hidup dengan cara yang benar di hadapan Tuhan, yaitu dengan takut akan Tuhan, jangan sampai kita hidup menyimpang dari kebenaran Firman TUHAN

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai