
*MENYENDIRI DI HADIRAT TUHAN*
Lukas 5:16
_Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa._
Adakalanya, kesunyian adalah suasana terbaik untuk melangkah maju terutama dalam hubungan kita dengan Allah. Yesus sendiri mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan terpencil untuk berbicara dengan Bapa. Di Lukas 5:16 kita membaca, “Akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat² yang sunyi dan berdoa.” Dalam versi lain dituliskan: “Yesus sering pergi menyelinap ke tempat² sunyi untuk berdoa”. Mungkin penekanannya terletak pada kata sering. Yesus rutin melakukannya.
Menyendiri dan mau untuk dekat dengan Bapa yaitu membangun hubungan yang intim dengan Tuhan adalah sesuatu yang perlu kita bangun setiap saat karena sesungguhnya kita butuh Tuhan yaitu kekuatan dari Tuhan, hadirat Tuhan menjadi tempat terindah bagi kita anak²Nya.
Upaya kita mengundurkan diri ke tempat sunyi demi mengalami kesegaran rohani dalam hadirat Allah akan memampukan kita untuk terus melangkah maju dengan kekuatan baru dari Tuhan.
Lukas 5:16 menandai kali kedua Yesus menyendiri untuk berbicara dengan Bapa. Dari perikop yang paralel dalam Injil Markus, kita mengetahui bahwa tidak lama sebelumnya, Dia baru saja “pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Markus 1:35). Pada waktu itu Dia berkata kepada orang banyak, “Juga di kota² lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus” (Lukas 4:43). Yesus sedang berada di dekat salah satu kota di Galilea yang tidak disebutkan namanya ketika Dia mengadakan mukjizat. Lukas mengatakan bahwa orang yang ditemui Yesus itu “penuh kusta” (5:12). Hukum Taurat mengharuskan orang kusta untuk tinggal “di luar perkemahan” (Imamat 13:46). Mereka tidak boleh melakukan kontak fisik dengan siapa pun. Namun Yesus, yang seolah menentang Hukum Taurat, “mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu” (Lukas 5:13). Dia dapat melakukan hal itu karena Dia adalah penggenapan Hukum Taurat itu sendiri (Matius 5:17).
Kita butuh hadirat Tuhan untuk menyendiri dari semua kebisingan dunia, ketenangan bersama Tuhan memberikan kekuatan.