
RENCANA TUHAN ATAS HIDUP INI
Roma 8:31
Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Yakub percaya bahwa “binatang buas telah memakan” anaknya, Yusuf (Kej. 37:33). Kemudian anaknya, Simeon, disandera di negara asing, dan Yakub takut anaknya yang lain, Benyamin, juga akan diambil darinya. Karena merasa tak berdaya, Yakub pun berseru, “Segala sesuatu melawan aku!” (42:36, fayh). Apakah kita merasakan yang sama seolah olah semuanya melawan kita.
Namun, sesungguhnya tidak demikian. Yakub tidak tahu bahwa putranya, Yusuf, sebenarnya masih hidup dan bahwa TUHAN sedang bekerja “di belakang layar” untuk memulihkan keluarganya. Kisah mereka menggambarkan bagaimana Allah dapat dipercayai bahkan saat kita tidak dapat melihat tanganNya bekerja dalam situasi yang kita hadapi. Perlu pemahaman yang lebih lagi bahwa tidak seperti yang kita takutkan dan kuatirkan, karena sesungguhnya semua ada dalam tangan Tuhan Yesus yang penuh kasih yang memelihara dan menjaga, seringkali kekuatiran menguasai hati dan pikiran kita, sehingga hati bimbang. Mari kita tetap menjaga hati, pikiran dan iman kita. Sehingga tidak tergoyahkan oleh situasi dan keadaan yang menekan sekalipun.
Pandangan kita terbatas, tetapi pandangan Allah tidak. Kita memiliki pengharapan di dalam Yesus Kristus: “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rm. 8:31). Tentunya kita semakin percaya kepada TUHAN YESUS dengan semua janji dan firman Nya, karena DIA setia dan tidak pernah ingkar janji. Allah yang tidak pernah meninggalkan kita anak²Nya.
Kejadian 37–50 menceritakan kisah luar biasa dari Yusuf, putra Yakub, yang bermimpi bahwa seluruh anggota keluarganya akan sujud menyembahnya (37:5-11). Kisahnya kemudian mengalami pasang surut, tetapi mimpi Yusuf tadi akhirnya menjadi kenyataan: “Jadi ketika saudara² Yusuf datang, kepada Yusuf mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah” (42:6). Allah memiliki rencana yang lebih besar untuk memelihara mereka, sesuai janjiNya kepada Abraham untuk melipatgandakan keturunannya “sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut” (22:17). Apa yang secara manusia di pikirkan untuk mencelakakan ( 37:12-28) pada akhirnya dipakai Allah untuk menggenapi tujuanNya yang baik (50:20). Tentunya semua yang terjadi dalam hidup kita ini tak lepas dari rencana Tuhan Yesus yang tentunya kita percayai mendatangkan kebaikan bagi kita yang percaya dan mengimaninya.
Semua telah tercatat dan Tuhan Yesus melakukan rancangan Nya yang terbaik untuk hidup kita Bersyukur dan terus berjalan dalam kebenaran, hidup seturut kehendak Tuhan menjadi pilihan kita. Tak mau lepas dari kasih Tuhan dan bergantung penuh kepada kasih setia Tuhan.