
HIDUP SEDERHANA
Matius 7:2
“Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Manusia biasa menilai sesamanya berdasarkan penampilan luarnya atau apa yang terlihat oleh mata, sampai ada istilah cinta pada pandangan pertama: ketertarikan terhadap seseorang saat pertama jumpa yang pastilah didasari oleh penilaian dari penampilan luar. Penampilan seseorang adalah cerminan dari pribadi atau keadaan orang yang bersangkutan. Semisal saat ia sedang gembira, sedih, semangat, frustasi atau putus asa pasti akan terlihat dari penampilannya. Kadangkala dari sorotan mata saja seseorang bisa dinilai, apakah ia orang yang sombong atau punya niat yang tidak baik seperti tertulis: “Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa.” (2 Petrus 2:14a). Atau mungkin kita berkata, “Ah, aku tidak suka dengan orang itu, dari raut mukanya saja sudah terlihat kalau dia itu judes atau jahat.” Singkat kata, kita begitu gampangnya menilai atau mengomentari seseorang seperti layaknya kita menilai sebuah buku berdasarkan sampul atau covernya.
Penilaian kita terhadap seseorang bisa saja salah. Maka dari itu firman Tuhan melarang kita untuk menghakimi atau mengukur orang lain dengan ukuran kita, apalagi berdasarkan penampilan luarnya. Yang berhak menilai manusia itu Tuhan, bukan manusia, karena ukuran kita menilai orang berbeda dengan penilaian Tuhan. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b). Dalam kotbahnya Tuhan Yesus menasihati agar kita tidak terlalu memfokuskan diri pada hal² yang lahiriah (penampilan luar). Berkenaan dengan hal ini Tuhan Yesus menegur keras orang-orang Farisi, “…sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran… di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” (Matius 23:27:28). Ternyata penampilan luar seringkali menipu! Dan menjadikan orang sombong.
Penampilan bukan yang utama. Alkitab dengan tegas melarang kita untuk menilai, menghakimi atau mengukur seseorang berdasarkan penampilan luarnya. Yang berhak menilai seseorang adalah Tuhan, bukan kita.
Sering kali manusia terjebak dengan keinginan memperkaya diri dan membuat penampilan yang menarik untuk menjadi pujian bagi dirinya sendiri, sehingga manusia melakukan hal yg salah untuk mencapai keinginan itu. Tuhan Yesus selalu mengajarkan kesederhanaan dalam hidup ini “cukup kan lah diri dengan gajimu” dan “berilah kami pada hari ini makanan kami secukupnya”.
Kecenderungan manusia menilai dan menghakimi bahkan menghargai orang karena penampilan maka banyak manusia yang salah langkah dan jatuh dalam keinginan daging satu ini.
Kita yang tahu akan kebenaran maka hidup kita pun tak akan hanyut oleh arus duniawi yg salah ini, tetapi kita menjadi teladan untuk hidup dalam kebenaran sesuai dengan Firman TUHAN.