
BERBEDA DENGAN YANG DULU
Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.
Allah mengundang semua orang untuk menerima keselamatan dan hidup berbeda di dunia ini melalui cara hidup kita. Rasul Paulus mendesak orang percaya untuk menghormati Allah dalam setiap aspek kehidupan, menyembah Tuhan dengan mempersembahkan tubuh sebagai “persembahan yang hidup” (Rm. 12:1). Karena kita adalah manusia rapuh yang dipengaruhi oleh dosa, maka kesehatan rohani kita sebagai orang percaya bergantung kepada “pembaharuan budi” yang dikerjakan Roh Kudus dan kesanggupan yang diberikan Tuhan agar kita tidak “menjadi serupa dengan dunia” yang terang terangan menolak Allah dan memihak kepada dosa (ay.2). Maka disini kuncinya adalah meninggalkan dosa atau mematikan perbuatan dosa “aku sudah tidak mau lagi berbuat dosa” perkataan itu harus keluar dari mulut kita dengan sungguh sungguh untuk di lakukan dan sekaligus menjaga hati.
Menjadi serupa dengan dunia ini berarti hidup bertentangan dengan Tuhan. Kita harus menjadi serupa dengan Yesus dan hidup dalam kasih, serupa dengan Kristus adalah merupakan proses setiap hari bukan secara instan lalu berubah seperti Kristus, membutuhkan proses yang tidak sebentar karena tentunya akan banyak perdebatan yang terjadi. Tetapi ketika mengambil keputusan untuk serupa dengan Kristus maka Roh Kudus akan menuntun kita untuk menjadi serupa dengan Kristus.
Paulus menuliskan Kitab Roma kepada orang-orang percaya di Roma (Roma 1:7) untuk menunjukkan bahwa seluruh umat manusia sudah berdosa dan butuh diselamatkan (psl. 1–3), apa yang Allah lakukan untuk menyelamatkan kita, dan bagaimana kita dapat mempunyai hubungan yang benar denganNya (psl. 4–11). Setelah menjelaskan dasar² teologis dari Injil (psl. 1–11).
Rasul Paulus mengajar orang percaya tentang cara hidup dalam hubungan yang benar dengan Allah (psl. 12–16).
Empat pasal terakhir memberikan pola pemuridan, dengan mengajarkan umat percaya bagaimana merespons kemurahan dan kasih karunia Allah (12:1-2), bagaimana menggunakan karunia-karunia rohani (ay. 3-8), dan bagaimana berhubungan dengan berbagai orang di dalam jemaat dan masyarakat (12:9–16:27). Meski Yesus mati untuk menyelamatkan kita, Allah tidak menuntut kita untuk mati bagiNya. Sebaliknya, kita harus hidup bagiNya dalam kehendakNya yang sempurna (12:1-2), dalam kerendahan hati (ay. 3), dan dalam kesatuan (ay. 4-8).
Keselamatan di berikan untuk kita yang percaya kepada Kristus, dengan percaya ini maka kehidupan kita harus berdampak menjadi berkat, dan bahkan banyak di tuntut untuk berubah meninggalkan kehidupan lama, dan harus hidup berkenan di hadapan Tuhan, yang artinya mau hidup seperti Yesus Kristus hidup dalam dunia ini, tidak lagi memiliki keinginan duniawi tetapi hidup hanya untuk Tuhan. Dan memiliki standar hidup dan karakter seperti Kristus.