
PAKAIAN KEBENARAN
Keluaran 28:2
Haruslah engkau membuat pakaian Kudus bagi Harun abangnya sebagai perhiasan kemuliaan
Pakaian yang dikenakan oleh Harun dan keturunannya dibuat oleh banyak “orang yang ahli” (Kel. 28:3). Perintah Allah untuk pakaian imam mencakup hal-hal detail yang menceritakan kisah bangsa Israel, termasuk ukiran nama suku-sukunya di atas permata krisopras yang akan diletakkan di bahu para imam “menjadi tanda peringatan” di hadapan Tuhan (ay.12). Kemeja, ikat pinggang bersulam, dan destar (ikat kepala) menjadi “perhiasan kemuliaan” bagi para imam saat mereka melayani Allah dan memimpin umat dalam ibadah (ay.40). Begitu detail nya, itu menunjukkan bahwa Allah tidak main² dengan rencana atas hidup bangsa Israel demikian juga tentunya atas hidup kita.
Sebagai orang percaya dalam perjanjian yang baru, kita semua adalah imam² yang kudus, melayani Allah (1Ptr. 2:4-5,9); Yesus adalah Imam Besar kita yang agung (Ibr. 4:14). Meski kita tidak mengenakan pakaian tertentu yang memperlihatkan diri kita sebagai imam, dengan pertolonganNya, kita “mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (Kol. 3:12).
Pakaian yang kita kenakan bukanlah untuk gaya²an tetapi memiliki filosofi yang kuat bahwa kita harus melakukan kehendak Tuhan dengan benar bagaikan pakaian yang melekat dalam tubuh kita
Keluaran 19:3–Bilangan 10:10 berisi catatan perjanjian antara Allah dan Israel yang diberikan di Gunung Sinai. Keluaran 28 memberikan petunjuk yang terperinci untuk pembuatan pakaian para imam. Imam adalah wakil umat di hadapan Allah dan harus kudus supaya layak untuk melakukan pekerjaan mereka. Mereka mempersembahkan korban sehari-hari, memelihara Kemah Suci, dan menunjukkan cara hidup yang mengikut Allah. Imam Besar Harun mengawasi para imam dan orang-orang Lewi. Pakaiannya akan “menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi Allah “(ay. 3).
Setiap hari kita mengenakan pakaian kebenaran yang nampak dari sifat dan karakter kita sebagai anak anak Allah. Walaupun sederhana tetapi sesungguhnya kita adalah saksi Kristus, menjadi teladan dalam kita mengenakan kehidupan Kristus