Hari hari Ku

HARI HARIKU

2 Korintus 4:16

Kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Rasul Paulus tahu betapa mudahnya seseorang menjadi “tawar hati”. Dalam 2 Korintus 11, ia menggambarkan kehidupannya yang dekat dengan bahaya, rasa sakit, dan kekurangan (ay.23-29). Namun, ia memandang segala “penderitaan” tersebut sebagai sesuatu yang bersifat sementara. Ia juga mendorong kita untuk memikirkan tidak hanya apa yang kelihatan, tetapi juga yang tidak kelihatan dan yang kekal (4:17-18). Jangan cepat putus asa ingat bahwa Tuhan Yesus selalu ada memampukan kita untuk mengerjakan bagian kita

Apa pun yang menimpa kita, Bapa kita yang pengasih terus memperbarui batin kita dari hari ke hari. Penyertaan Tuhan dalam hidup kita sudah pasti. Janji-Nya untuk menguatkan kita dan memberi kita pengharapan serta sukacita. Tetaplah meyakinkini Semua rencana Tuhan dalam hidup kita, janji dan FirmanNya ya dan Amin di genapi dalam hidup kita, rencana Tuhan tidak pernah gagal.

Paulus membuka 2 Korintus dengan kata-kata penghiburan yang sangat menyentuh (1:3-7) Namun, bersamaan dengan penghiburan itu, ia juga mengemukakan kesulitan-kesulitan yang dideritanya bersama rekan-rekan sepelayanannya: “Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami” (1:8). Di dalam pasal 4, ia mengatakan, “Dalam segala hal kami ditindas” (ay. 8), “dianiaya” dan “dihempaskan” (ay. 9). “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami” (ay. 10). Namun, Paulus segera menyebutkan bahwa mereka “tidak ditinggalkan sendirian” (ay. 9) dan menambahkan, “Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diriNya” (ay. 14). Itulah sebabnya ia dapat mengawali dan menutup bagian ini dengan tema tentang ketekunan yang penuh pengharapan: “Kami tidak tawar hati”

Perjalanan hidup manusia memang sangat lah misteri, tetapi untuk kita anak anak Allah kita memahami bahwa Allah selalu berserta dengan kita membimbing dan menyertai dan memberikan kekuatan dan penghiburan bagi kita, sehingga kita penuh keyakinan dan ucapan syukur untuk melewati hari demi hari.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai