
DALAM TUHAN
Amsal 21:8
Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.”
Jujur’ adalah lurus hati, tidak berbohong, tidak curang, tulus dan ikhlas. Tetapi di akhir zaman ini kata ‘jujur’ hanya menjadi ucapan mulut semata. Tidak banyak orang yang mempraktekannya. Di akhir zaman ini sulit sekali menemukan orang yang benar² jujur dalam menjalani kehidupan ini seperti yang dikeluhkan oleh nabi Mikha, “Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring. Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!” (Mikha 7:2-3). Bukankah apa yang disampaikan Mikha ini tidak jauh berbeda dengan keadaan dunia saat ini? Korupsi, kolusi dan nepotisme begitu merajalela, ketidakadilan terjadi dimana-mana, hukum bisa dibeli, hakim bisa disuap, kebenaran diputarbalikkan dan sebagainya. Bahkan banyak orang dengan santainya berprinsip: “Kalau jujur, kita bisa hancur.” Benarkah? Itulah dunia sudah terkena tipu muslihat iblis yang memutar balikkan kebenaran.
Sebagai orang percaya tidak perlu mengikuti tren ini yaitu menjalani hidup ini dengan tidak jujur, baik dalam hal pekerjaan, bisnis, studi, rumah tangga dan sebagainya? Alkitab mengingatkan agar kita “…jangan hanyut dibawa arus.” (Ibrani 2:1). Tidak jujur berarti bengkok hati, bohong (dusta), curang dan tidak tulus. Dalam Amsal 12:22 dikatakan, “Orang yang dusta bibirnya dalah kekejian bagi Tuhan,” dan Alkitab menegaskan bahwa Iblis adalah pendusta dan bapa dari segala dusta (baca Yohanes 8:44). Tuhan mengingatkan kita bahwa kehidupan orang Kristen itu harus berbeda dari dunia ini! Kita harus bisa menjadi garam dunia dan terang dunia (baca Matius 5:13-16). Oleh karena itu kita harus menyadari ‘posisi’ kita sebagai anak anak Allah. Kepada jemaat di Tesalonika Rasul Paulus menyatakan bahwa “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.” (1 Tesalonika 4:7). Hidup sesuai dengan Firman TUHAN menjadi keputusan kita dan tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun.
Rugikah jika kita berbuat jujur dalam menjalani hidup ini? Sama sekali tidak! Justru seharusnya orang kristen malu menjadi seorang Kristen bila perbuatan tidak sesuai dengan iman Kristen.
“Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.” Amsal 16:17. Tetaplah di jalan yang benar walaupun banyak tantangan dan rintangan, ingat bahwa Tuhan Yesus bersama dengan kita, Dia adalah kebenaran dan kita hidup dalam kebenaran, melakukan apa yg menjadi kehendak Tuhan.
Hidup benar dan suci di hadapan Tuhan menjadi jalan hidup kita setiap hari, karena di situlah terletak penyertaan Tuhan Yesus yang dahsyat luar biasa, Tuhan selalu menopang hidup kita yang selalu taat dan setia pada kebenaran.