Pujian Syukur

PUJIAN SYUKUR

Mazmur 40:3

Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku.

Allah mendengarkan Daud, memperhatikan seruannya, lalu menolong dengan mengangkatnya dari “lumpur rawa” yang menyulitkan (ay.3). Allah pun memberikan harapan yang pasti bagi kehidupan Daud. Penyelamatan dari rawa yang dialami Daud di masa lalu telah memperkuat keinginannya untuk terus bernyanyi memuji Allah,dan semakin mempercayai Allah untuk masa depannya. (ay.4-5).

Saat bergumul menghadapi tantangan² kita berseru kepada Allah dan dengan sabar menantikan jawaban Tuhan yang tepat waktu (ay.2). Dia selalu hadir, siap menolong di saat kita membutuhkanNya, dan memberi kita pengharapan yang pasti.

Mazmur 40 disebut sebagai mazmur Daud. Ada makna mesianik dalam ayat 7-10 karena pemazmur menyatakan komitmennya untuk melakukan kehendak Allah apa pun risikonya. Tuhan Yesus membuat pernyataan serupa dalam Injil Yohanes: “MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya” (4:34); dan “Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadaNya” (8:29). Komitmen Juruselamat kita dalam ayat-ayat tersebut menggemakan perkataan Daud dalam Mazmur 40:7-10.

Pujian selalu keluar dari mulut kita yang senantiasa merasakan kehadiran Tuhan Yesus setiap hari. Dia menopang bahkan mengenali hati kita yang terdalam dan memberkati kita memberikan kekuatan dan sukacita surgawi. Tuhan Yesus pengharapan sejati yang tidak pernah mengecewakan.

Tinggalkan komentar


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai