
DOA DAN PERMOHONAN KITA
Lukas 6:28
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang yang mencaci kamu
Doa mengizinkan Allah masuk dan menolong kita. Saat kita menyerahkan kehendak dan perasaan kita kepada Tuhan di dalam doa, Roh Kudus bekerja mengubah hati kita. Yesus memberikan perintah untuk kita mengasihi musuh. “Doakanlah orang yang jahat terhadapmu” (Luk. 6:28 ). Tidak mudah mendoakan orang yang menyakiti hati kita, tetapi ketika kita lakukan dengan tulus maka ada anugerah Tuhan mengalir memberkati kita.
Mari kita belajar untuk memandang diri dengan sudut pandang Allah bahwa kita adalah orang yang layak diampuni dan dikasihi Tuhan.
Perintah Yesus yang sulit dalam Lukas 6:27-31 sangat jelas: kita harus mengasihi, memberkati, dan berbuat baik kepada orang lain. Namun, setelah membaca lebih lanjut, kita melihat alasan di balik perintah tersebut: “Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (ay. 35-36). Ketika para pengikut Yesus dan kita orang percaya “membalikkan keadaan” dari kebencian, pelecehan, dan keegoisan yang mereka alami, kepada hal² yang baik, sesungguhnya kita sedang menunjukkan pemeliharaan Bapa yang luar biasa, Bapa memelihara semua orang tanpa membeda-bedakan. Perkataan Paulus dalam Efesus 5:1-2 “Jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”
Doa dan permohonan kita kepada Allah tidak menjadi sia² karena kita selalu memberikan pengampunan kepada siapapun yang menyakiti kita, bahkan kita selalu berbuat baik. Tetaplah menjadi anak anak Allah yang menurut dan tunduk kepada Firman TUHAN